2018 Tahun Anugerah Sekaligus Tahun Tantangan

499 dibaca
Pdt. Misterlian Tomana, M.Th saat berkhotbah.

Beritanarwastu.com. Tahun 2018 merupakan tahun anugerah sekaligus tahun tantangan. Meski demikian tantangan itu tidak selalu menjadi problem, namun bisa menjadi kesempatan untuk lebih mengokohkan kebersamaan kita dalam membangun, baik pembangunan fisik maupun karakter anak bangsa, untuk memiliki kecintaan terhadap tanah air, memiliki integritas, dan komitmen untuk merawat kehidupan bersama dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia), Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang saat menyampaikan sambutan pada acara Ibadah Syukur Awal Tahun 2018 PGI, yang berlangsung di Grha Oikoumene, Jakarta Pusat, pada Kamis, 4 Januari 2018 lalu.

Lebih jauh dikatakan, PGI dan gereja-gereja anggota telah mengikrarkan komitmennya untuk bersama-sama dengan semua anak bangsa menumbuhkembangkan dan memperdalam nilai-nilai Pancasila dan mengatasi masalah-masalah yang kita hadapi di tengah bangsa ini, di antaranya masalah kemiskinan, ketidakadilan, radikalisme, dan kerusakan lingkungan.

“Ini dikembangkan dari sebuah pemahaman yang disebut dengan spiritualitas keugaharian, yaitu menghayati bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah rahmat Allah. Karena itu, kesediaan untuk berbagi dengan setiap orang adalah merupakan ungkapan iman yang mendalam, dan juga upaya-upaya untuk mengatasi struktur-struktur yang tidak adil, menjadi perhatian kita bersama. Anugerah Allah itu cukup untuk semua, sejauh kita mau berbagi, bekerjasama, bergandengan tangan, apapun latar belakang kita,” jelas Pdt Ery, panggilan akrabnya.

Dia juga mengajak semua anak bangsa untuk bergandengan tangan dalam menghadapi tantangan-tantangan itu, dan sekaligus berupaya untuk mengembangkan sikap hidup masyarakat yang peduli terhadap Pancasila, UUD 1945 dan NKRI. 

  

 Tampak hadir jajaran MPH-PGI bersama pejabat pemerintah dan tokoh lintas agama.

Sementara itu, Ketua Watimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) Dr. Sri Adiningsih menyampaikan terima kasih, dan berharap melalui ibadah syukur ini menguatkan kita dalam memasuki tahun 2018, dan mendorong kita untuk lebih berguna dan berkontribusi di dalam masyarakat, pembangunan bangsa dan negara ini.

           “Meski tahun ini kita memasuki tahun politik, kita tidak menjadi sumber masalah. Tetapi kita justru menjadi solusi, bagaimana kita mengasihi, mengampuni, kita bekerja dengan giat, dan kita bersyukur, saya yakin kita semua akan memberikan kontribusi. Sehingga seluruh proses politik akan berlangsung dengan aman, damai, sehingga kita bisa memilih pemimpin-pemimpin daerah, yang tentunya diharapkan akan dapat bekerja bagi masyarakat, bangsa, dan negara ini,” katanya.

Dr. Sri Adiningsih pun mengucapkan terima kasih kepada PGI yang selama ini telah bekerjasama dengan Pemerintah dalam rangka memajukan bangsa ini.  Sebelumnya, Pdt. Misterlian Tomana, M.Th, pelayan firman dalam ibadah syukur ini menegaskan, memasuki tahun 2018 sebagai tahun politik, umat Kristen tetap harus menjadi agen perdamaian, dan membangun kehidupan Indonesia yang lebih baik lagi. “Apapun kondisinya kita tetap ditantang untuk menyebarkan damai sejahtera sebagai umat yang dihadirkan Tuhan di bumi pertiwi ini. Tetap menjaga negara ini sebagai negara yang bermartabat dan menjunjung tinggi kemanusiaan tanpa melihat latar belakang,” kata Ketua Sinode Gereja Sahabat Indonesia (GSI) ini.

Dijelaskan pula, sebagai gereja kita memiliki tanggung jawab untuk menggarami dan menerangi dunia ini agar terwujud damai sejahtera.  Dan gereja harus menjadi gereja bagi sesama dan menjadi agen pembawa damai. Sebab itu, ada empat hal yang perlu dikembangkan, yaitu mengasihi, mengampuni, tetap antusias, dan bersyukur.   

Ibadah Syukur Awal Tahun 2018 PGI tidak hanya dihadiri oleh pimpinan sinode gereja, tetapi juga para pimpinan pemerintahan, tokoh masyarakat serta tokoh lintas iman, di antaranya anggota DPR Irjen Pol. (Purn.) Erwin Tobing, Staf Ahli Kemenko Kemaritiman Lambok V.N., Staf Kominfo Anton Panggabean, Dirut PT MRT William Sabandar, Staf Ahli Kemendikbud Fajar Ulhak, Ketua PB NU KH. Marsudi Suhud, Wakil Sekjen PB NU Imam Patudu, Nia Syarifudin (UKP PIP), Linda Wahid (ANBTI), mantan MPH-PGI, Ulil Abshar Abdalla (JIL), Direktur Lapesdam NU Rumadi, dan Grace Natalia (Ketua Umum PSI).

Selain itu, perwakilan dari FUKRI, PGLII, PGPI, JDN, Gereja Ortodoks, Bala keselamatan, Yamuger, LAI, BPK Gunung Mulia, Perkantas, Dana Pensiun PGI, PIKI, Yayasan RS PGI Cikini, PPKS, Mission 21, Jokowi Centre, dan Komnas HAM.

Berita Terkait