T.P. Jose Silitonga, S.H., M.A., M.Pd.K
DPD PIKI DKI Jakarta Sikapi Persoalan Gereja dan Bangsa

871 dibaca
T.P. Jose Silitonga, S.H., M.A., M.Pd.K

Beritanarwastu.com. Ketua DPD PIKI (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia) DKI Jakarta, T.P. Jose Silitonga, S.H., M.A., M.Pd.K kepada Majalah NARWASTU baru-baru ini mengatakan, PIKI DKI Jakarta akan menyampaikan sikapnya setelah melihat fenomena menjelang Pilkada DKI Jakarta pada 2017 mendatang yang kini mulai ramai diperbincangkan masyarakat terutama di media sosial (medsos) dan media nasional.

 

Selain itu, PIKI DKI Jakarta akan menyikapi persoalan teroris, radikalisme, masalah ekonomi, termasuk PHK (pemutusan hubungan kerja) oleh sejumlah perusahaan besar, dan korbannya banyak warga DKI Jakarta sampai ribuan orang.  ”PIKI dalam hal ini bisa memberikan solusi kepada pemerintah DKI Jakarta. Termasuk dalam hal ini masih banyak anak-anak yang belum bisa merasakan pendidikan yang layak. Sebagai kaum cendekiawan, apalagi kita dari gereja harus berupaya mencerdaskan anak-anak kurang mampu agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar mantan Ketua Forum Peduli Jemaat HKBP ini. 
             Menurut Jose, PIKI sebagai komunitas kaum intelektual Kristen tentu juga akan memberikan pencerdasan dan pencerahan kepada umat terkait dengan persoalan sosial, politik, gereja dan bangsa saat ini. DPD PIKI DKI Jakarta, kata pengacara dan aktivis HAM yang juga Dosen di Universitas Trisakti Jakarta serta anggota Dewan Penasihat LBH Pers Indonesia ini,  juga selama ini aktif mencermati persoalan kebangsaan, seperti bahaya terorisme, kasus Aceh Singkil, kasus LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender), bahaya narkoba dan masalah-masalah masyarakat. 
              Peraih award sebagai "Pahlawan Bumi 2003 dari WALHI" dan "Tokoh Kristiani 2007 Pilihan NARWASTU" ini menambahkan, gereja selain harus terus berdoa untuk bangsa dan negara ini, juga harus terus memberikan gagasan dan pemikiran yang konstruktif kepada eksekutif, legislatif, pimpinan gereja, tokoh-tokoh masyarakat, pimpinan agama, media massa dan kampus-kampus. 
              "Kami kini mempersiapkan rapat dengan teman-teman pengurus DPD PIKI DKI Jakarta," ujar pengacara senior yang vokal dan giat mengadvokasi gereja-gereja yang mengalami diskriminasi itu. Bahkan, dalam waktu dekat PIKI DKI Jakarta akan memberikan pemikiran atau solusi atas persoalan masyarakat dan bangsa kepada Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaya Purnama, M.M. (Ahok) dalam bentuk tulisan. “Dan akan kita berikan solusi itu kepada para pimpinan gereja dan media,” terang mantan Ketua Panitia Diskusi Jemaat Kristiani Peduli Pilkada DKI Jakarta pada 2007 lalu, yang saat itu berhasil menghadirkan Komjen Pol. (Purn.) Adang Daradjatun (calon Gubernur DKI Jakarta dari PKS) dan Mayjen TNI (Purn.) Prijanto (calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang saat itu didukung PDIP, Partai Golkar, PDS, Partai Demokrat dan PAN).

 

"Kaum cendekiawan harus ikut membantu Pak Ahok lewat pemikiran dalam menata pembangunan di DKI Jakarta, agar warga DKI Jakarta makmur, sejahtera, aman dan hidup rukun," pungkas Jose Silitonga seusai rapat pengurus DPD PIKI DKI Jakarta di kantor Kalam Hidup, Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Kamis malam, 4 Februari 2016 lalu. Direktur Penerbit Kalam Hidup, Robby R. Repi, S.H., M.Th yang juga salah satu Wakil Ketua DPD PIKI DKI Jakarta, juga salah satu figur kepercayaan Jose Silitonga yang menjadi tuan rumah rapat saat itu.

Jose Silitonga menambahkan, tantangan gereja dan bangsa ini, kata Jose, di tahun 2016 ini bukan semakin ringan, tapi semakin berat.  “Sebab itulah, kita harus terus berpikir dan mencari solusi, lalu solusi itu kita berikan kepada pemerintah sembari kita berdoa minta pertolongan Tuhan. Cendekiawan itu tak boleh berhenti berpikir,” ujar Jose yang kerap juga diundang sebagai dosen tamu seputar masalah hukum dan sosial kemasyarakatan di berbagai lembaga gerejawi dan perguruan tinggi itu. KT

Berita Terkait