Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sampaikan Pesan Natal 2017

516 dibaca
Ketua Umum DPP MUKI, Djasarmen Purba, S.H.

BERITANARWASTU.COM. Pada 18 Desember 2017 lalu, Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) yang dipimpin Djasarmen Purba, S.H. (Ketua Umum) dan Pdt. Drs. Mawardin Zega, M.Th (Sekjen) mengirimkan pesan Natal 2017 ke Redaksi Majalah NARWASTU. Berikut ini pesan Natal yang menarik dan perlu dicermati itu, apalagi terkait dengan keadaan masyarakat, bangsa dan negara.

              Salam sejahtera dalam Yesus Kristus. Majelis Umat Kristen Indonesia mengucapkan selamat memperingati dan merayakan Natal tahun 2017, yaitu kelahiran Tuhan Yesus Kristus yang datang ke dunia untuk melayani umat manusia. Peristiwa Natal adalah sejarah terbesar yang pernah terjadi yang mampu mengubah secara total nilai-nilai keagamaan yang ada sebelumnya. Bagi umat Kristen peristiwa Natal adalah wujud penggenapan janji Allah yang abadi tentang kedatangan Mesias Sang Penebus untuk menyelamatkan seluruh isi dunia ini.

Memperingati dan merayakan Natal bukan sekadar rangkaian upacara-upacara atau kebaktian-kebaktian, bukan sekadar penampilan dari berbagai pernik-pernik yang beraneka ragam dan simbol-simbol keagamaan yang ditata dengan kemewahan dan memeriahan. Peristiwa Natal adalah peristiwa tentang perubahan nilai-nilai dari hidup lama yang berdosa kepada hidup yang baru seturut dengan kehendak Allah. Natal akan lebih bermakna jika kesadaran penuh menerima pembaharuan hidup yang sesuai dengan firman Allah.

Sebagai umat Kristen yang hidup dalam negara Indonesia dan menyakini bahwa setiap pemerintah berasal dari Allah. Peristiwa Natal menjadi penyemangat untuk mengkritisi dan mengapresiasi serta memberi dukungan pada kebijakan-kebijakan Pemerintah yang sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Mengajak semua umat beragama lainnya untuk bergandengan tangan, berdoa dan bekerja keras menjaga kelangsungan dan keberadaan bangsa Indonesia agar tidak tergerus oleh tindakan-tindakan paham radikal dari kaum intoleran yang berusaha mengganti ideologi Pancasila.

Peristiwa Natal pada akhirnya kita jadikan sebagai momentum dan tonggak sejarah baru melangkah dengan cara pandang, cara berfikir dan bertindak dengan mengutamakan kebersamaan, menghargai keragaman dan kemajemukan. Berupaya membangun dan meningkatkan kerukunan antarkelompok masyarakat, suku, ras, golongan dan agama dengan memelihara perdamaian, menjaga kebhinnekaan serta membangun kehidupan umat yang semuanya bermuara mencapai cita-cita nasional masyarakat yang adil dan makmur.

Semoga Tuhan Yesus Kristus yang adalah Putra Natal kiranya memberikan hikmat dan kekuatan agar segenap bangsa Indonesia dimampukan menjaga nilai-nilai luhur Pancasila dalam kebersamaan, keragaman dan kebhinnekaan yang telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Tuhan memberkati. MK

Berita Terkait