Suksesi Kepemimpinan PP PMKRI
Menjadi Minoritas Berdaya Cipta

395 dibaca
Seremoni pengukuhan yang mengusung tema “Bertolaklah Lebih Dalam” itu diawali dengan misa syukur yang dipimpin oleh Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Mgr. Ignatius Suharyo, Pr. di markas besar PMKRI, Menteng, Jakarta Pusat, pada 16 Maret 2018.

BERITANARWASTU.COM. Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) telah berhasil melaksanakan proses suksesi kepemimpinan secara demokratis dan damai yang ditandai dengan seremoni serah terima jabatan dan pengukuhan Ketua Presidium PP PMKRI periode 2018-2020, Juventus Prima Yoris Kago dari Ketua PP PMKRI periode 2016-2018, Angelius Wake Kako. Seremoni pengukuhan yang mengusung tema “Bertolaklah Lebih Dalam” itu diawali dengan misa syukur yang dipimpin oleh Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Mgr. Ignatius Suharyo, Pr. di markas besar PMKRI, Menteng, Jakarta Pusat, pada 16 Maret 2018.  

Dalam homilinya, Mgr. Suharyo mengatakan, PMKRI harus membangun gerakan atas semangat dan idealisme perhimpunan yang menjangkarkan dirinya padanya nilai-nilai kekatolikan. “Idealisme perhimpunan dan nilai-nilai kekatolikan harus menjadi dasar dari seluruh arah gerak PMKRI ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mgr. Suharyo mengharapkan agar PMKRI mampu meneladani semangat “sisa-sisa Israel” di pembuangan yang meski mengalami penderitaan dan penyiksaan, tetap setia kepada perintah-perintah Allah dan hidup berdasarkan ajaran-ajaran serta moralitas unggul yang diwarisi oleh leluhur mereka (Kebijaksanaan 2: 1a.12-22). Menggunakan teori creative minority Arnold Toynbee, Mgr. Suharyo menyebut “sisa-sisa Israel” itu sebagai minoritas berdaya cipta, bukan dalam dikotomi mayoritas versus minoritas, yang mampu mempengaruhi masyarakat banyak dengan standar moralitas ilahi yang mereka gunakan. Mereka adalah sekelompok kecil orang yang tetap berpegang pada nilai dan moralitas leluhurnya di tanah pembuangan.

“Sisa-sisa Israel itu adalah creative minority yang mempertahankan nilai dan moralitas leluhur mereka dan mereka adalah kelompok yang dapat bertahan dari segala penderitaan,” ujarnya. Dalam konteks Indonesia, PMKRI diharapkan mampu menjadi creative minority yang tetap berjalan dalam terang nilai-nilai, idealisme, serta moralitas Katolik di tengah bangsa yang majemuk ini.

Ketua Presidium PP PMKRI periode 2018-2020, Juventus Prima Yoris Kago dalam pidato politiknya, menegaskan, posisi PMKRI dalam kancah perpolitikan nasional menghadapi tahun politik 2018-2019. Menurutnya, sebagai salah satu corong demokrasi, PMKRI merupakan mitra kritis pemerintah yang akan selalu memberikan kritik dan masukan kepada pemerintah dalam rangka mengawal kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat. “PMKRI adalah mitra kritis pemerintah yang siap mengawal agenda pemerintah demi kepentingan rakyat sesuai dengan nilai dan idealisme perhimpunan, yakni terwujudnya kemanusiaan dan keadilan sosial,” terang Juventus.

Menjadi minoritas berdaya cipta, menurut Juventus, tidak lain merupakan tetap setia kepada idealisme dan spirit kekatolikan yang menjadi roh juang perhimpunan sejak berdirinya PMKRI. Artinya, perjuangan dan pergerakan PMKRI tidak terlepas dari semangat Kristus Sang Gembala Gerakan yang hidup dan karyaNya adalah perwujudan kerajaan Allah di dunia ini. KT

Berita Terkait