MPH PGI Ajak Jemaat Bantu Korban Banjir Bandang di Jayapura

60 dibaca
Banjir bandang memporakporandakkan distrik Sentani, Waibu, Sentani Barat, Ravenirara dan Depapre, di Kabupaten Jayapura, pada Sabtu (16 Maret 2019).

Beritanarwastu.com. Banjir bandang memporakporandakkan distrik Sentani, Waibu, Sentani Barat, Ravenirara dan Depapre, di Kabupaten Jayapura pada Sabtu (16 Maret 2019) lalu. Tercatat sebanyak 66 korban jiwa, 75  korban luka ringan dan 30 luka berat serta 4.266 orang harus mengungsi.

Menyikapi peristiwa ini, Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPH PGI) dalam siaran persnya menyampaikan, pertama, menyatakan duka mendalam atas jatuhnya korban-korban sebagai akibat dari peristiwa banjir bandang. Kiranya Tuhan Sang Penolong yang memberikan penghiburan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggal. Dan kepada korban-korban luka, kami (PGI) berdoa kiranya proses pemulihan dapat berjalan dengan baik atas pertolongan Tuhan dan melalui tangan dokter dan paramedis, obat-obatan  serta seluruh  tim yang sedang bekerja.

Kedua, mengajak semua warga gereja di Indonesia mendoakan para korban dan keluarga, serta seluruh tim evakuasi dan seluruh tim yang menangani peristiwa ini agar diberikan kesehatan dan kekuatan dalam melakukan pertolongan kepada korban. Ketiga, mendorong gereja-gereja di Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia untuk menyatakan solidaritas serta memberikan bantuan guna meringankan beban yang dialami oleh warga terdampak dengan selalu mengedepankan aspek kemanusiaan.

Bagi masyarakat yang terbeban, dapat menyalurkan dukungan dana melalui rekening: Bank Mandiri Cabang Jakarta Matraman No.Rek: 006.006.000.034.0. Swift Code: BMRIIDJA. Alamat: Jalan Matraman Raya No. 31 Jakarta Timur 13140 a/n Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia. Dan BNI Matraman No. Rek: 000.893.266.1. Swift Code: BNINIDJA. Alamat: Jalan Matraman Raya No. 123, RT. 19/RW 8, Pal Meriem, Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13140 a.n. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia.

Keempat, mengajak segenap masyarakat, gereja dan pemerintah untuk belajar dari peristiwa ini. Banjir bandang ini tidak bisa dilepaskan dari kerakusan kita yang telah mengeksploitasi alam sebegitu rupa, tanpa mengindahkan batas-batas daya dukung bumi. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi kita untuk tetap memelihara keutuhan ciptaan dan tidak membiarkan tindakan-tindakan yang merusak keseimbangan alam terjadi. Peristiwa ini kiranya mengingatkan kita untuk menempuh pembangunan yang berwawasan lingkungan, termasuk di wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Kelima, mengajak seluruh masyarakat untuk lebih cerdas dalam memberitakan petistiwa ini di berbagai media termasuk media sosial. Beredarnya berbagai foto dan video korban dalam media sosial dapat mengakibatkan kesedihan mendalam bagi keluarga yang ditinggal. Oleh karena itu, PGI meminta semua pihak agar bijak dalam mem-posting dan menyebarkan konten-konten media sosial yang berisi korban jiwa akibat peristiwa ini. LH

Berita Terkait