Pdt. Lusiana Harianja Pella, M.Th: Tahun Baru 2020 itu Rahasia Tuhan dan Harus Andalkan Tuhan

235 dibaca
Pdt. Lusiana Harianja Pella, M.Th bersama kaum ibu dan pengurus Punguan Imanuel, Harapan Indah, Kota Bekasi.

Beritanarwastu.com Ketika menyampaikan khotbah di acara ibadah komunitas di keluarga asal Sumatera Utara di Punguan Parsahutaon Imanuel, Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu malam, 9 November 2019 lalu, Pdt. Lusiana Harianja Pella, M.Th mengutip khotbahnya dari Kitab Rut 1:1-18 tentang cerita hidup Naomi dan Ruth. Menurut Pdt. Lusiana Pella yang termasuk dalam "21 Tokoh Kristiani 2018 Pilihan Majalah NARWASTU" ini, ada banyak kaum ibu yang sering bersungut-sungut dan mengeluh karena urusan perut atau urusan jasmani dalam kesehariannya.

Seperti kisah Naomi yang pergi meninggalkan kampung halamannya karena kelaparan menuju Moab. Tapi ternyata di Moab suami (Elimelekh) Naomi meninggal, juga dua putranya yang sudah sempat menikah meninggal pula. Kemudian Naomi kembali pulang ke kampung halamannya dengan salah satu menantunya yang setia Rut. Dan, Pdt. Lusiana mengatakan, Rut mengikuti Naomi mertuanya karena cinta dan kesetiaannya. Rut pun menyembah Allah yang disembah Naomi, dan itu adalah wujud kesetiaannya. Rut tidak meninggalkan Allah karena penderitaan, beda dengan Naomi yang meninggalkan kampung halaman dan meninggalkan Allahnya karena penderitaan (kelaparan).

"Sesungguhnya penderitaan itu ada di dalam hidup ini Tuhan izinkan agar kita semakin kuat dan setia pada Tuhan. Ketika penderitaan hadir, atau ada masalah dengan urusan kebutuhan jasmani, seharusnya kita tak perlu bersunggut-sungut, namun harus terus berharap pada Tuhan. Tetaplah bersyukur dan sabar kalau muncul penderitaan. Dalam cerita ini terlihat bahwa Naomi hanya memikirkan urusan jasmani saja, padahal manusia tidak hidup hanya dari roti saja, tapi juga dari firman Tuhan yang keluar dari mulut Allah," ujar Hamba Tuhan yang sering melayani ke penjara-penjara dan giat membimbing rohani jemaat saat berwisata rohani ke Israel itu.

Pdt. Lusiana menerangkan, saat Naomi lari dari Betlehem menuju Moab karena paceklik atau kelaparan, dia merasa menderita. Namun kala pulang lagi ke Betlehem dia sangat susah karena suami dan kedua anaknya meninggal. "Memang di dalam hidup ini akan ada badai atau topan kita hadapi, namun jangan tinggalkan Allah saat penderitaan itu hadir. Ketika kita makin meninggalkan Allah, maka penderitaan itu akan semakin berat. Kita harus teeus andalkan Dia. Namun ketika Naomi dan Rut kembali ke Betlehem mereka mendapat kasih karunia Tuhan, dan mereka diberkati. Rut kemudian menikah dengan seorang kaya bernama Boas," terang Ibu Pendeta yang cerdas dan bernas bila berkhotbah ini.

Pdt. Lusiana kembali mengatakan, saat kita diminta untuk ikut melayani atau menjadi panitia Natal, jangan pula mengatakan sibuk mengurus pekerjaan dan urus keluarga. "Kita harusnya bersyukur karena bisa melayani Yesus. Karena dalam setahun kita sudah diberkatiNya, dan kita patut mensyukuri kebaikanNya itu dengan ikut melayani atau memberi diri saat ada ibadah Natal atau mensyukuri Hari Kelahiran Yesus," ujarnya.

  Menurut Pdt. Lusiana Harianja, Tahun Baru 2020 yang akan kita hadapi masih menjadi rahasia Tuhan. Dan kita harus terus melayani, berdoa dan bersyukur dalam menjalani tahun baru ini. Kita juga harus mau memberikan diri kita untuk melayani Dia dan memuliakan Dia. "Ketika kita beribadah saat Natal sesungguhnya kita berdoa meminta keselamatan kepada Tuhan supaya kita diberikan kesehatan, sukacita, dijauhkan dari penyakit, dijauhkan dari malapetaka, maut dan kecelakaan saat menuju tahun baru. Dan kita harus meyakini anugerah dan penyertaan Tuhan bagi kita dalam menjalani tahun yang baru itu. Dan kita di dalam hidup ini harus terus bersyukur, berdoa dan bersukacita," katanya. KL

Berita Terkait