Pemilu/Pilpres 2019 dan Indonesia yang Jaya

43 dibaca
Suasana Pilpres 2019 yang diikuti Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga.

   Beritanarwastu.com. Pada 17 April 2019 lalu pesta demokrasi di negeri ini berjalan lancar, kondusif dan sukses digelar. Hajatan bangsa yang diadakan tiap lima tahun sekali pada 2019 ini bisa dikatakan cukup unik dan menarik. Pasalnya, selain masyarakat Indonesia memilih pimpinannya atau RI-1 (Presiden) dan RI-2 (Wakil presiden), kita pun cukup “direpotkan” karena harus memilih para anggota dewan yang akan duduk di DPR-RI, DPRD Kota/Kabupaten, DPRD Provinsi dan DPD-RI. Maka tidak heran, pemilu yang menyedot banyak biaya ini dinilai sebagai edisi perdana bagi rakyat Indonesia, karena memilih pemimpin dan wakil rakyat dalam waktu yang serentak.

        Jelang pencoblosan beredar sejumlah hoax hingga serangan fajar yang dilakukan oleh oknum politisi yang tertangkap tangan (OTT) KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk melancarkan niat jahatnya. Di balik itu, puji syukur kepada Tuhan jika penyelenggaraan pesta demokrasi dapat terselenggara dengan baik. Yang menarik, dalam pemilu ini pasangan Joko Widodo-Maruf Amin memenangkan kontes Pilpres 2019 dengan mendapatkan suara terbanyak dengan selisih 10% dari lawannya pasangan, Prabowo Soebianto-Sandiaga Uno. Kemenangan itu berdasarkan hitung cepat (quick count) lembaga survei yang kredibel.

        Di tengah-tengah perhitungan suara oleh sejumlah lembaga survei yang diakui secara resmi oleh KPU, mereka menyatakan bahwa pasangan 01 (Joko Widodo-Maruf Amin) menang atas pasangan 02 (Prabowo Soebianto-Sandiaga Uno). Namun, sepertinya Prabowo menyangkal kemenangan lawannya. Dan ia pun mengklaim bahwa kemenangan ada di pihaknya. Saat mantan Komandan Jenderal Kopassus itu mengumumkan kemenangannya, ia tidak didampingi oleh Sandiaga Uno. Terbetik kabar, kalau pengusaha muda yang mempopulerkan usaha OK Oce itu tidak sepakat dengan tindakan yang dilakukan oleh Prabowo.

        Terlepas dari itu, untuk pemilu tahun 2019 ini bisa dikatakan bahwa rakyat Indonesia cukup bersemangat untuk ikut berpartisipasi dalam ajang bergengsi yang diliput banyak media dalam dan luar negeri itu. Hal itu bisa dilihat dari animo masyarakat, baik di dalam dan luar negeri. Sejujurnya di atas kertas, kepemimpinan Jokowi sudah terbayang jelas dengan bukti kerja nyata dengan pembangunan di pelbagai sektor. Kendati memang belum semua sempurna, karena masih menyisakan pekerjaan rumah yang cukup banyak, akan tetapi eyang (kakek) dua cucu ini cukup dianggap sebagai pemimpin yang diidamkan oleh masyarakat Indonesia.

       Sedangkan Prabowo Soebianto Djojohadikusumo, sebagai capres dalam pilpres untuk kesekian kalinya terpaksa harus menelan pil pahit, karena belum beruntung untuk bisa duduk sebagai pimpinan negeri ini. Putra dari begawan ekonomi, Prof. Soemitro Djojohadikusumo ini di samping dikenal cukup tegas di kalangan TNI, dalam sejumlah kampanye yang dilakukannya segala tindak tanduknya memang kerap memberi banyak kejutan. Dari gaya gebrak-gebrak meja sampai dengan beberapa statement-nya yang kadang bikin pejabat tertentu merasa terusik (seperti di debat pilpres kelima).

        Walaupun demikian, abang kandung konglomerat Hashim Djojohadikusumo ini patut diancungi jempol karena memiliki semangat pantang menyerah dalam meraih tujuannya untuk duduk di RI-1. Bagi kita, para pasangan calon (paslon) yang berlaga tak ada satu pun yang sempurna. Namun, di balik itu semua kita bisa belajar akan sesuatu mengenai kebangsaan, rasa nasionalisme, semangat pantang menyerah, sportifitas, memberikan bukti nyata lewat bekerja, menjauhkan mental atau budaya korupsi, menjunjung integritas, tegas dan tidak berkompromi pada KKN serta lain sebagainya.

       Dia yang duduk sekarang memimpin bangsa ini adalah orang yang ditunjuk Tuhan untuk mempercayakan roda pemerintah tetap berjalan sesuai konstitusi. Tugas kita selalu mendoakan agar presiden dan wakilnya tetap berjalan dalam koridor yang ditetapkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan tetap berdoa agar Indonesia senantiasa dalam lindungan Tuhan dari ancaman pihak dalam dan luar negeri, sehingga keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia akan terwujud sesuai amanat UUD 1945. BTY

Berita Terkait