Jonro I. Munthe, S.Sos
Pemuda

539 dibaca
Jonro I. Munthe, S.Sos (Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU).

Beritanarwastu.com. Beberapa waktu lalu, saya diundang sebagai pembicara untuk sebuah seminar motivasi bagi sekelompok kaum muda di Aula Fakultas Ekonomi, UKI (Universitas Kristen Indonesia), Cawang, Jakarta Timur. Dalam acara yang berlangsung selama dua jam lebih itu, saya memaparkan banyak hasil pengamatan saya sebagai jurnalis dan pengalaman hidup saya sebagai bagian dari kaum muda di negeri ini. Saya sampaikan saat itu, sekarang banyak pemuda yang terjerumus pada hedonisme, pragmatisme dan vandalisme, bahkan ada yang terjerumus pada bahaya narkoba dan pergaulan bebas.

             Di sisi lain, banyak kaum muda yang ingin sukses secara instant. Ini mesti disikapi secara bijak agar pemuda bisa menghadapi masa depan yang lebih baik. Kalau ingin sukses, maka kita harus membekali diri dengan iman yang kokoh. Tantangan kaum muda saat ini, termasuk kaum muda Kristen amat berat. Makanya kaum muda harus memperlengkapi diri dengan sumber daya manusia (SDM) yang memadai dan membekali diri dengan iman yang teguh agar bisa menyikapi tantangan zaman.

                Pengurus organisasi kaum muda ini mengharapkan, melalui seminar ini para peserta yang hadir sekitar 50-an yang berlatar belakang mahasiswa, profesional maupun pekerja kantoran bisa mendapat pencerahan dan motivasi dari acara tersebut. Dan ketika itu interaksi antara saya sebagai narasumber dengan peserta dalam bentuk tanya jawab cukup menarik, antusias dan dinamis. Misalnya, ada yang menanyakan, bagaimana pemuda di dalam membagi waktu untuk kuliah, bekerja, berorganisasi dan pacaran agar sukses. Dan bagaimana supaya pemuda Kristen bisa sukses pula di dunia kerja, dan banyak lagi pertanyaan.

                Syukurlah, saya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan bahasa sederhana sesuai dengan kemampuan saya. Secara garis besar saya menyampaikan, kalau kaum muda ingin sukses di bidangnya atau pekerjaannya, yang paling utama harus ada dukungan dari keluarga. Karena dari keluargalah segala sesuatunya dimulai. Di dalam keluargalah pemuda mendapat kasih sayang, dibimbing orangtuanya, berangkat kuliah atau sekolah dan didoakan orangtuanya. Sehingga keluarga jangan dipandang sebelah mata. Kalau sejak awal saja dari keluarga sudah bermasalah, maka ke depannya akan sulit menuai sukses.

                Selain itu, saya mengutip pernyataan yang sering disampaikan Pembina/Penasihat Majalah NARWASTU yang juga tokoh gereja, Pdt. DR. Nus Reimas, bahwa hanya anak muda yang mau dibimbing dan yang mau merendahkan hati di hadapan Tuhan yang bakal dan sering menuai sukses. Karena kesuksesan itu berasal dari Tuhan. Seperti ditulis di Kitab Amsal 22:4, “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.” Jadi hanya orang yang rendah hati dan yang takut akan Tuahn yang menuai kesuksesan, baik kekayaan, kehormatan dan kehidupan.

                Dalam berbagai pelayanannya, baik di kebaktian-kebaktian yang dipimpinnya di gereja, termasuk saat menyampaikan Firman Tuhan di acara Forum Diskusi Daniel Indonesia (FDDI), Pdt. Nus Reimas yang kini Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Pusat PGLII dan Ketua Dewan Pembina LPMI sering pula mengatakan, anak muda itu: kalau sekarang mahasiswa, maka di masa mendatang harus menjadi pemimpin. Karena pemimpin-pemimpin bangsa sekarang pun dulunya mahasiswa, dan mereka mau belajar keras, bekerja keras dan tekun berdoa serta merendahkan hati di hadapan Tuhan sehingga sukses.

                Kembali Pdt. Nus Reimas mengingatkan, kalau anak muda ingin sukses harus pula mau “berkeringat” dan mau memberikan diri untuk dipimpin para senior yang imannya lebih kokoh dan sudah berpengalaman, seperti yang sering disampaikannya di FDDI. Melalui FDDI kaum muda Kristiani memang diajak agar bisa mendengar pengalaman-pengalaman para tokoh senior di bidangnya, sehingga dari pengalaman itulah pemuda bisa mendapat pelajaran atau nilai kehidupan ketika sudah berada di tengah masyarakat.

                Di sisi lain, Pak Nus Reimas mengingatkan, kaum muda harus waspada terhadap godaan duniawi yang mampu menjerumuskan, seperti pengalaman Angelina Sondakh, Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng dan Nazaruddin. Mereka sebenarnya adalah figur orang muda berprestasi yang bisa meraih kesuksesan di masa muda, hanya saja mereka tergoda dengan kenikmatan duniawi, sehingga masuk penjara. Karenanya perlu iman yang kokoh dan sikap hati yang selalu takut akan Tuhan.

                Ungkapan Pdt. Nus Reimas ini patut menjadi renungan bagi kita kaum muda, agar selalu menjaga diri, merendahkan hati dan jangan bersikap instant jika ingin sukses di dalam kehidupan ini. Seperti dikutip di Kitab Amsal 14:26, “Dalam takut akan Tuhan ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anakNya”, Amsal 19:20, “Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan supaya engkau menjadi bijak di masa depan” dan Amsal 19:20, “Banyaklah rancangan di hati manusia, tapi keputusan Tuhan-lah yang terlaksana,” patut menjadi renungan bagi kita kaum muda. Semoga.         

                

Berita Terkait