Tina V.C. Purba, S.E., M.Si
Aktivis Gereja yang Peduli Membangun Rumah Doa

876 dibaca
Tina V.C. Purba, S.E., M.Si

Beritanarwastu.com. Aktivis gerakan oikoumene kelahiran Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) ini, bukan sosok yang asing di kalangan aktivis gereja di PGI Wilayah DKI Jakarta dan Badan Kerjasama Kristen dan Katolik DKI Jakarta. Di kedua organisasi itu ia pernah dipercayakan menempati jabatan strategis. Tak heran, kalau aktivitasnya cukup padat. Selain itu, ia aktif di berbagai organisasi sosial kemasyarakatan, bahkan organisasi politik.

                Pada 2004 lalu ia pernah aktif di sebuah partai politik (parpol) nasionalis, lalu di Pemilu 2009 ia tampil  sebagai Caleg DPR-RI. Keikutsertaannya di parpol, karena ia memang peduli terhadap persoalan sosial, politik dan kemasyarakatan. Selama ini ia cukup peduli terhadap persoalan di kampungnya di Simalungun, Sumut. Baginya, politik adalah media untuk mengupayakan kesejahteraan bagi banyak orang. Dia rindu melihat gereja, masyarakat dan bangsa ini sejahtera, damai, adil dan rukun.

                Ketua II Badan Kerjasama Wanita Kristen dan Katolik (BKSWKK) DKI Jakarta ini, pun dipercaya sebagai Ketua Komisi Perempuan PGI Wilayah DKI Jakarta (2010-2015), sintua di GKPS (Gereja Kristen Protestan Simalungun) Cikoko, Jakarta Selatan, dan pernah Perutusan Sinode Bolon GKPS Distrik VII. Juga Sekretaris Persatuan Istri Purnawirawan TNI/Polri Jakarta Barat dan Wakil Sekretaris Presidium Partuha Maujana Simalungun (PMS) se-Indonesia. Lantaran jabatan yang setumpuk itu, tak heran kalau sehari-harinya perempuan energik, ramah dan dinamis ini selalu sibuk.

                Bagi Tina, melayani di gereja dan organisasi sosial kemasyarakatan adalah panggilan jiwanya untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama. “Selagi kita masih bernafas, kita harus melayani sesama dan memuliakan nama Tuhan,” ujar mantan Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil 10 Jakarta Barat dari PKB ini,” ujar perempuan yang kerap blusukan melayani ke berbagai daerah ini.

Sekadar tahu, ketika empat tahun lalu di daerah Sumatera Utara (Sumut) terdengar kasus atau isu begu ganjang (santet) yang sampai memakan korban nyawa, sebagai aktivis gereja Tina menunjukkan kepeduliannya agar masyarakat tetap percaya kepada kuasa Tuhan. Salah satu daerah yang pernah jadi korban begu ganjang adalah Kampung Sidiamdiam, Kecamatan Silaukahean, Simalungun, Sumut. Di desa ini pernah empat orang warga meninggal, karena terprovokasi isu santet. Juga pernah warga di kampung ini kesurupan oleh roh setan.

Dilatarbelakangi itulah, kala itu, Tina selama lima bulan mendirikan Rumah Doa De Ri Dei di sana. De Ri Dei adalah singkatan: derita, rindu dan dewasa iman. Ia terpanggil mendirikan sebuah rumah doa untuk membangkitkan iman masyarakat setempat. Ibu tiga anak, Dewi Sipayung, Ricky Sipayung dan Desi Sipayung ini menambahkan, banyak warga di kampungnya yang ketakutan karena isu santet. “Kuasa iblis itu ada, dan kita harus melawannya dengan doa,” ujar istri tercinta almarhum F. Sipayung ini.

                Menurut Tina yang kerap mengadakan ibadah KKR ke daerah-daerah, ia  terpanggil sehingga membangun sebuah rumah doa di desa yang bisa ditempuh selama dua jam perjalanan dari kota Pematang Siantar itu. “Saya berharap dengan adanya Rumah Doa De Ri Dei, maka Tuhan menjamah hati masyarakat di sana agar jangan takut lagi terhadap iblis,” ujarnya. Rumah Doa De Ri Dei bisa menampung 300 orang untuk beribadah, dan setiap pagi dan siang ketika itu ada 10 hamba Tuhan yang berdoa.

                Melalui Rumah Doa De Ri Dei ia mengajak warga di kampungnya untuk berdoa bersama dan melakukan pendalaman Alkitab (PA). “Dengan adanya doa bersama dan mengenal kebenaran Tuhan, maka kita tidak perlu lagi khawatir akan begu ganjang,” ujarnya. Saat Rumah Doa De Ri Dei dibuka, kata Tina, saat itu hadir pendeta dari GKPS setempat mendukungnya. Rumah Doa De Ri Dei ini, katanya, dibuka melalui kerjasama dengan sejumlah hamba Tuhan dari Gereja Pentakosta di Medan.

Tina pun sering melayani bersama aktivis gereja Injili, Pentakosta, Katolik dan Karismatik. Wanita ramah yang beribadah di GKPS Cikoko, Jakarta Selatan, ini pernah dipercaya jadi Ketua Bidang Tenaga Kerja Kerukunan Keluarga Sumatera Utara (KKSU). Tentang obsesinya, ia mengatakan, kapan dan di manapun ia bersedia melayani demi kemuliaanNya.  “Dengan aktif di gereja, hati saya damai dan ada sukacita. Tuhan akan selalu membuka jalan bagi orang-orang yang setia melayaniNya,” tukas Tina yang sering melayani dalam ibadah keluarga.

Sehubungan dengan kondisi sosial masyarakat sekarang, kata Tina, per­soalan perempuan, seperti traficking, itu tak bisa diremehkan. “Kaum ibulah yang membina anak-anak di rumah, karena suami bekerja. Kaum ibu harus menjalin komunikasi dengan anaknya se­baik mungkin. Demikian pula komunikasi dengan pihak sekolah, agar anaknya itu terkontrol dan tidak terjerumus pada ke­nakalan remaja. Sekarang kita lihat banyak anak-anak sekolah terjerumus pada bahaya narkoba dan pergaulan bebas,” paparnya. Katanya lagi, dengan perkembangan teknologi komunikasi sekarang, kaum ibu harus jeli melihat anak-anaknya. Munculnya Face Book, Twitter dan kemudahan-kemudahan  dalam hal berkomunikasi juga perlu diwaspadai kaum ibu.  

              Pada Senin, 19 Oktober 2015 lalu, di Gereja GPIB Paulus, Jakarta Pusat, telah diadakan pertemuan kaum perempuan gereja oleh Komisi Perempuan PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) Wilayah DKI Jakarta yang berjalan sukses. Hadir dalam acara itu lebih dari 500 orang, termasuk Ketua Umum PGI. Lantaran antusiasme yang hadir itulah, Tina mengatakan, kehadiran lebih dari 500 orang ini adalah bukti bahwa kaum perempuan Kristen di DKI Jakarta yang berasal dari 311 gereja dan berbagai denominasi ternyata cukup kompak dan semangat. Menurut Tina, ke depan perlu ditingkatkan komunikasi di antara kaum perempuan gereja di DKI Jakarta, dan diatur program yang dibutuhkan. “Kalau banyak yang mendukung, saya pun semangat melayani. Banyak hal yang bisa kita lakukan bagi kaum perempuan di gereja, terutama penguatan iman dan penyuluhan,” ujar mantan Bendahara Komisi PGI Wilayah DKI Jakarta ini. 

Berita Terkait