Di Usia Kepala Tujuh Tetap Sehat dan Semangat Melayani

55 dibaca
Pdt. DR. Anna Nenoharan bersama suami tercinta Pdt. DR. Benny Nenoharan.

Beritanarwastu.com Ketua Sinode Gereja Keesaan Injili Indonesia (GEKINDO) ini, baru-baru ini sudah merayakan hari ulang tahunnya ke-78. Dan banyak ucapan dan doa dari tokoh-tokoh yang tergabung di FORKOM NARWASTU (Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan NARWASTU) yang disampaikan kepada anggota sidang MPL PGI yang juga aktivis kebebasan beribadah ini lewat group WA FORKOM NARWASTU. Dan Pdt. DR. Anna B. Nenoharan, M.Th amat bersukacita menerima ucapan dan doa-doa tersebut. "Saya bersyukur kepada Tuhan, karena ada banyak yang memberi ucapan dan doa kepada saya saat berulang tahun. Termasuk teman-teman di FORKOM NARWASTU dan Majalah NARWASTU serta teman-teman di gereja," ujar salah satu Penasihat NARWASTU, yang juga ikut menyukseskan perayaan dan Ibadah Paskah Nasional 2019 di Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu itu.

Menurut Ibu Pdt. Anna Nenoharan yang tinggal di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, ini ketika ia masih sehat di usia kepala 7, itu anugerah Tuhan yang luar biasa. "Saya masih sering menyetir sendiri saat melayani di DKI Jakarta dan sekitarnya, itu kebaikan Tuhan," ujar istri tercinta Pdt. DR. Benny Nenoharan yang merupakan pendiri GEKINDO dan dosen di sejumlah sekolah tinggi teologi itu. Yang menarik, hingga kini Pdt. Anna Nenoharan masih sering melayani ke daerah atau luar Jawa, dan bersama tim doanya ia pun giat mendoakan jemaat, gereja, bangsa dan negara ini agar senantiasa ditolong, dilindungi dan diberkati Tuhan. "Hamba-hamba Tuhan harus terus berdoa untuk Indonesia tercinta ini," cetusnya.

Bicara tentang kuasa doa, Pdt. Anna Nenoharan mengatakan, Bapa di Surga itu senang bila umatNya rendah hati kala berdoa dan taat serta mengasihi sesama. "Dan ketika doa-doa kita dipanjatkan kepada Tuhan, maka Tuhan akan mendengarnya. Jadi jangan remehkan kuasa doa. Banyak hal terjadi di dalam hidup ini, karena kuasa doa orang benar. Doa orang benar dan doa hamba-hamba Tuhan sangat besar kuasanya. Jadi kita harus terus berdoa untuk keluarga kita, untuk gereja dan untuk bangsa ini. Bahaya teroris, korupsi dan politisi-politisi yang tidak takut akan Tuhan harus terus kita doakan supaya mereka berubah ke arah yang lebih baik," pungkas tokoh masyarakat Poso di DKI Jakarta dan sekitarnya, yang dikenal Pancasilais dan humanis ini. MK

Berita Terkait