DOA ORANG BENAR AKAN MENYELAMATKAN NEGERI

* Oleh: Pdt. Dr. Ir. Tjepy Jones B 54 dibaca
Penulis adalah Gembala Sidang dari Cibubur City Blessing, Cibubur, Jakarta, Youtube: Tjepy Jones.

 

Kejadian 18:32 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini

saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" FirmanNya: "Aku tidak akan memusnahkannya

karena yang sepuluh itu."

 

BeritaNarwastu.com Latar belakang ayat ini bermula dari rencana kunjungan Allah ke kota Sodom dan Gomora  

hendak melihat kehidupan mereka yang jahat sebelum hancurnya kedua kota itu. Tetapi sebelum itu Allah bermaksud membicarakan hal ini dengan Abraham (Kejadian 18:17-19). Maka bertanyalah Abraham kepada Allah,  Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama dengan orang fasik? Bagaimana kalau ada 50 orang benar? Atau 40 orang benar, atau 30 orang benar? Dan akhirnya sampai kepada 10 orang benar? Allah menjawab tidak akan menghancurkan kota itu jika ada sampai kepada 10 jumlah orang benar dalam kota itu. Abraham berhenti sampai di jumlah 10 orang benar, jikalau Abraham meneruskan sampai kepada 1 orang benar saja (karena di situ ada Lot keponakannya), maka niscaya Tuhan Allah tidak akan menjatuhkan hukuman kepada kota itu.

             Tetapi bagaimanapun ada satu prinsip kebenaran yang bisa kita ambil dari peristiwa ini, yaitu bahwa Tuhan Allah ingin melibatkan HambaNya untuk suatu keputusan penting yang akan diambilnya bagi suatu bangsa. Seperti tertulis di dalam Kitab Amos 3:7,Sungguh, Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusanNya kepada hamba-hambaNya, para nabi.

Hari-hari ini Tuhan Allah tidak lagi akan menghukum suatu negeri, seperti Dia menghukum kota Sodom dan Gomora. Karena penghukuman yang maha dahsyat bagi umat manusia sudah dijatuhkan ke atas tubuh Kristus Yesus di kayu salib dua ribu tahun yang lalu. Oleh kasih karunia Allah, Yesus mengalami maut bagi semua manusia (Ibrani 2:9 b), Dia telah menjadi kutuk ganti kita pada waktu Dia tergantung di kayu salib (Galatia 3:13). Beberapa saat setelah Tuhan Yesus bangkit dari maut, Ia mendatangi murid-murid di tempat yang tersembunyi dan menghembuskan Roh Kudus kepada murid-murid serta berkata, "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."  

Ini adalah proses kelahiran baru bagi murid-murid di mana mereka memiliki, bahkan bersatu dengan Roh Allah dan diberi mandat untuk mengampuni dosa orang, apabila orang itu mau percaya kepada berita keselamatan yang dari Tuhan Yesus.  Hal yang sama terjadi kepada kita orang-orang percaya di dalam kebenaran Firman Allah, di mana Allah tidak berubah (Maleakhi 3:6), yaitu bahwa Dia tidak akan menjatuhkan hukuman ke atas suatu bangsa jika ada orang-orang benar di dalamnya.

Secara khusus di bangsa kita Indonesia, ada sangat banyak anak-anak Tuhan juga para Hamba Tuhan yang ambil bagian dalam mendoakan bangsa dan negara kita tercinta ini. Dan itulah sebabnya sampai saat ini kita beroleh keyakinan bahwa bangsa Indonesia ada di bawah kontrol Allah yang bekerja bersama-sama dengan seluruh umat tebusanNya yang diperolehNya dengan darah Yesus. Allah begitu mengasihi kita, dan Dia ingin supaya kita mengusahakan kesejahteraan kota di mana kita tinggal, karena kesejahteraan kota itu adalah juga kesejahteraan bagi anak-anakNya.

Hal ini tidaklah terjadi dengan otomatis. Setiap anak-anak Tuhan di manapun Tuhan tempatkan perlu mengambil bagian paling tidak di dalam berdoa untuk keamanan negeri kita tercinta. Dan itu sebabnya di setiap ibadah gereja Tuhan selalu ada doa syafaat untuk bangsa dan negara. Sebagai orang percaya kita tidak perlu takut dan terintimidasi dengan berita-berita hoaks yang bersifat destruktif  terhadap kehidupan bernegara, karena justru itu adalah strategi iblis untuk mencuri, membunuh dan membinasakan melalui narasi-narasi yang dibangun oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Maka tugas kitalah untuk membendung narasi-narasi yang negatif ini dengan berdoa dan memperkatakan firman berkat Allah atas negeri Indonesia, dan percaya bahwa Firman Allah yang kita perkatakan dengan sungguh tidak akan kembali dengan sia-sia, tetapi Firman itu akan melaksanakan apa yang  Allah kehendaki, dan akan selalu berhasil (Yesaya 55:11).  Amin.

Berita Terkait