Ephorus HKBP Baru Diminta Memilih Praeses Terbaik dan Berintegritas

1442 dibaca
Pdt. WTP Simarmata, M.A. (tengah) tampak bersama Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing (kiri paling depan) bersama para calon Ephorus HKBP.

beritanarwastu.com. Terpilih sudah Ephorus Sinode HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) di Sinode Godang 2016 yang diadakan di Seminari Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Saat Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing sudah dinyatakan menang dan menjadi Ephorus HKBP, ada sikap tidak puas dari calon ephorus. Dan itu merupakan hal yang lumrah. Namanya juga pemilihan pimpinan, pasti ada yang kalah dan menang, sehingga semua pihak harus bisa menerima dengan lapang dada, sekalipun banyak mengakui ada kelemahan dari Sinode Godang HKBP berbiaya Rp 3 miliar ini.

Dari informasi yang dihimpun Majalah NARWASTU, ada yang menuding bahwa ada kekuatan politik tertentu yang mendukung salah satu calon, sehingga menang. Di pihak lain, ada yang menuding bahwa ada jenderal purnawirawan Batak yang berada di belakang calon tertentu. Rumours lainnya menyebut, menteri tak ada yang hadir di acara Sinode Godang HKBP ini, lantaran Pdt. WTP Simarmatan, M.A. dianggap terlalu tegas, karena ia ingin HKBP tidak diintervensi kekuatan tertentu, seperti Sinode Godang HKBP 1992 lalu, yang kemudian sempat membuat HKBP terbelah dua.

Terlepas dari banyaknya kabar atau isu yang muncul di Sinode Godang HKBP itu, advokat/pengacara senior yang juga cendekiawan terkemuka asal HKBP, T.P. Jose Silitonga, S.H., M.A., M.PdK menyampaikan selamat kepada Ephorus HKBP baru, Pdt. Darwin Lumbantobing. “Kalah menang itu biasa. Mungkin kalau semua menang, maka tak ada satu pemimpin. Kalau ada yang menang, ada yang kalah, dan yang kalah mengeluh atau curhat, itu biasa,” ujar Ketua DPD PIKI (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia) DKI Jakarta ini.

Jose Silitonga yang juga Penasihat Majalah NARWASTU dan Dosen Luar Biasa Ilmu Hukum Bisnis di Universitas Trisakti, Jakarta, mengharapkan Pdt. Darwin supaya bisa mengupayakan HKBP agar lebih modern dan makin dicintai masyarakat. “Pemimpin HKBP harus ingat teladan dari Yesus sebagai Gembala yang Baik. Jangan berubah jadi seperti pejabat atau penguasa, tapi harus tetap berjiwa melayani, rendah hati dan mau mendengar masukan. Juga harus tahu tentang persoalan sosial, politik, hukum dan masalah anarkisme, terorisme, bahaya narkoba yang membahayakan di negeri ini,” ujar peraih award sebagai “Tokoh Kristiani 2007 Pilihan NARWASTU” dan “Pahlawan Bumi 2003 Pilihan Walhi” ini.

 

  

 

Dan ke depan, kata Jose yang kerap mengadvokasi jemaat HKBP yang mengalami diskriminasi itu, Ephorus HKBP mesti memilih orang-orang terbaik untuk jabatan Praeses. “Jangan dipilih yang tinggi hati dan punya cacat. Harus yang berjiwa pelayan, berintegritas, antara ucapan dan perilakunya sejalan,” paparnya. Dan Jose juga memberikan apresiasi kepada Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, yang sekalipun belum menang, namun ia kelak bisa tampil lagi jadi calon Ephorus HKBP periode berikutnya.

Pdt. Robinson Butarbutar ini salah satu kader terbaik HKBP. Dan di dunia internasional pun kiprahnya diakui. Dia luar biasa, dan masih ada kesempatan dia untuk jadi Ephorus HKBP,” ujar Jose yang juga Penasihat LBH Pers Indonesia. Jose Silitonga menambahkan, ia akan terus mencermati kinerja pimpinan HKBP, sehingga kalau ada yang tidak benar, maka ia akan ingatkan. “Saya sebetulnya ditelepon beberapa calon Ephorus HKBP sebelum Sinode Godang ini diadakan, dan saya hanya bisa memberi masukan agar mereka berjalan dengan ideal sebagai pemimpin spiritual,” pungkas pendiri LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Petrus ini. TS

Berita Terkait