Ephorus HKBP Mesti Parhobas, Berintegritas dan Bukan Politikus

1028 dibaca
T.P. Jose Silitonga, S.H., M.A., M.Pd.K.

                beritanarwastu.com. Pada 12-18 September 2016 ini, gereja terbesar di Indonesia dan Asia, yakni HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) mengadakan Sinode Godang (semacam kongres atau munas) di Seminari Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut). Sinode Godang ini mendapat perhatian dari banyak kalangan, termasuk politisi, pimpinan parpol, pejabat pemerintahan, cendekiawan dan media nasional.

            Saat pembukaan Sinode Godang kemarin, hadir pula sejumlah kepala daerah dan anggota DPR-RI serta politisi. Ini merupakan pertanda bahwa HKBP yang punya anggota jemaat 3,5 juta jiwa memang menarik dicermati dan jabatan pimpinan HKBP memang menggoda dan “seksi.” Namun dari informasi yang diterima Majalah NARWASTU, dari enam menteri yang diundang untuk hadir, termasuk Menkopolhukam, Jenderal TNI (Purn.) Wiranto, semua menteri yang diundang berhalangan hadir dan hanya mengirimkan perwakilannya.

            Tampak hadir di acara pembukaan tokoh HKBP, Pdt. DR. SAE Nababan, Bupati Tapanuli Utara, Drs. Nikson Nababan, dan politisi PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan, S.H. dan Drs. Efendi Simbolon serta sejumlah pemuka HKBP.  Yang menarik dari Sinode Godang 2016 kali ini, ada banyak spanduk bertebaran di sepanjang jalan menuju arena acara. Calon-calon Ephorus HKBP itu, bahkan tak sungkan-sungkan memajang spanduk di sepanjang jalan, seperti halnya calon kepala daerah.

            Ada pula calon Ephorus HKBP itu yang diduga cari simpati dengan mengirimkan pesan SMS dan WA ke berbagai pihak. Padahal sebelumnya calon tersebut nyaris tak pernah mengirimi pesan via SMS (pesan pendek) ke sejumlah peserta Sinode Godang. Jadi SMS atau WA dikirim ke sejumlah pihak, lantaran ada kepentingan sesaat.

                Gereja HKBP memang patut diperhitungkan, karena gereja ini ormas agama terbesar ketiga di Indonesia setelah NU dan Muhammadiyah. Tak ayal, kalau banyak pihak yang berkepentingan agar jagoannya yang menang dan menjadi petinggi HKBP. Termasuk politisi ingin agar orang dekatnya menjadi pimpinan HKBP lewat Sinode Godang HKBP 2016 ini.

                Pengacara/advokat senior yang juga pejuang HAM di HKBP, T.P. Jose Silitonga, S.H., M.A., M.PdK kepada Majalah NARWASTU baru-baru ini sudah menegaskan, Ephorus HKBP mesti berjiwa gembala dan berjiwa melayani (parhobas). “Hidupnya pun harus kudus, dan berintegritas. Jangan Ephorus HKBP berkarakter seperti politisi atau caleg yang hanya tebar simpati pas ada kepentingannya. Pemimpin rohani atau gembala umat di HKBP harus paham arti dari Gembala yang Baik, yang mau berkorban dan mau membalut luka-luka domba-dombaNya,” ujar Ketua DPD PIKI (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia) DKI Jakarta yang dikenal vokal dan cerdas ini.

                Jose Silitonga yang pernah membela korban pelecehan oleh oknum pendeta di Sekolah Bibelvrouw, Laguboti, Toba Samosir, pada 2010 lalu, dan juga mengadvokasi Jemaat Pagi HKBP Pondok Bambu, Jakarta Timur, menegaskan, seseorang yang ingin maju jadi calon Ephorus HKBP sebaiknya banyak berdoa meminta pimpinan Roh Kudus. “Roh Kudus akan berkarya bagi orang yang tekun berdoa dan hidupnya tak bercela,” pungkas pria yang kini menekuni studi S3 Ilmu Tata Pemerintahan, hingga ia pernah tugas belajar ke Seoul, Korea Selatan, baru-baru ini.

                “Jangan calon ephorus justru sibuk telepon sana sini atau meminta bantuan ke orang-orang yang punya kekuatan ekonomi atau punya kekuasaan. Tapi mintalah kekuatan atau hikmat kepada Tuhan. Kalau Tuhan yang membuka pintu, maka siapapun tak bisa menghalangi seseorang jadi Ephorus HKBP. Karena jabatan itu dari Tuhan,” ujar Ketua Forum Peduli Jemaat HKBP yang juga anggota PERADI dan AAI, serta pernah terpilih sebagai “Pahlawan Bumi 2003 Pilihan Walhi” dan termasuk dalam “Tokoh Kristiani 2007 Pilihan Majalah NARWASTU.”

                Jose Silitonga selama ini dikenal pengacara yang peduli pada persoalan warga gereja dan orang-orang tertindas. Ia kini dipercaya sebagai salah satu Penasihat Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI), anggota Dewan Penasihat LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Pers Indonesia dan kerap memberikan pencerahan hukum di berbagai lembaga, kampus, ormas, gereja dan masyarakat. Ia pun kini dipercaya sebagai Dosen Luar Biasa di Universitas Trisakti, Jakarta. KT

Berita Terkait