Kaum Muda Indonesia Mesti Merawat dan Menjaga Pancasila

325 dibaca
Pembicara dan moderator dalam acara diskusi yang diadakan oleh Forum Temu Kebangsaan Orang Muda 2017.

Beritanarwastu.com. Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, pada Kamis, 1 Juni 2017 lalu sejumlah pemuda mengikuti diskusi bertajuk “Orang Muda dalam Merawat dan Menjaga Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia” di Grha Oikoumene, Jalan Salemba Raya No. 10, Jakarta Pusat.  Kegiatan yang dilaksanakan oleh Forum Temu Kebangsaan Orang Muda 2017 ini, menghadirkan nara sumber Prof. Dr. Franz Magnis Soeseno, Alamsyah M. Djajar, Arnel dan Dandi Ukulele.

Pada kesempatan itu, Franz Magnis Soeseno menuturkan bahwa situasi Indonesia saat ini sedang diguncang oleh aksi atau tindakan sejumlah orang atau oknum yang ingin mengubah ideologi bangsa Indonesia. Situasi ini tentu sangat meresahkan kita, ditambah lagi maraknya upaya mengadu domba antarkelompok agama, bahkan suku yang memicu konflik.

“Pancasila yang dibuat oleh Bapak-Bapak Pendiri Bangsa kita sangat merujuk pada keadaan Indonesia yang beragam, dan agama di Indonesia harus saling menerima dan tidak boleh ada kekerasan atas nama agama. Agama tidak untuk menakuti, tapi agama adalah rahmat, dan tidak ada yang boleh merasa takut dalam memeluk agama dan kepercayaan di Indonesia,” kata rohaniwan yang disegani ini.  

Hal senada diungkapkan Alamsyah M. Djajar. Menurut Djajar, seharusnya agama bersifat membimbing kita dalam melakukan kebaikan. Yang terjadi di Indonesia adalah adanya sebagian orang atau oknum yang mendiskriminasi agama lain atas nama agama, dan hal itu sangat menakutkan. “Itulah perlunya pendalaman agama yang benar. Dan inilah tugas kita untuk meminimalisasikan sebagian orang atau oknum tersebut dengan cara tidak memberi ruang bagi mereka untuk melakukan diskriminasi,” ujarnya.

Sementara itu, Arnel dan Dandi melihat, setiap orang memiliki peran yang berbeda-beda dalam menjaga Pancasila. Salah satunya apa yang dilakukan oleh kedua seniman ini. Mereka mengenalkan nilai-nilai kebaikan melalui musik dan dongeng. “Kami mengajak penonton kami dalam melihat atau mengambil nilai kebaikan dari dongeng dan musik yang kami sampaikan. Kami berharap bahwa penonton kami yang pada umumnya anak-anak, mengerti bahwa kita harus melakukan nilai-nilai kebaikan itu dalam kehidupan nyata,” jelas keduanya.

“Pancasila menjadi pandangan bangsa Indonesia, yang harus kita jaga dan pertahankan. Nilai-nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya sangat luar biasa membimbing kita sebagai anak bangsa yang harus berjuang untuk Indonesia lebih baik. Itu juga yang kami bagikan kepada penonton kami, semangat Pancasila,” kata Arnel.

Forum temu Kebangsaan Orang Muda adalah kumpulan orang-orang muda yang berasal dari berbagai agama dan kepercayaan. Forum ini diinisiasi oleh orang-orang muda yang berasal dari lima lembaga pada tahun 2016, yaitu Komisi Kepemudaan KWI, Biro Pemuda dan Remaja PGI, Jaringan Gusdurian, Aliansi Nasional Bhinneka Tiunggal Ika (ANBTI), dan Dewan Pengurus Nasional Parisada Hindu Dharma. KT 

Berita Terkait