Ketakutan Adalah Lawan dari Iman Kristen

1431 dibaca


Beritanarwastu.com. Ketakutan adalah lawan dari iman. Ketakutan berarti kita tidak percaya akan kekuatan dan kuasa Tuhan dan lebih takut kepada masalah atau problem atau krisis yang kita alami serta memandang bahwa krisis atau masalah kita lebih besar dari Tuhan kita. Ketakutan akan melumpuhkan setiap daya atau potensi yang kita punya dan bukan hanya pribadi tetapi segenap potensi bangsa akan lumpuh.

Kita lihat dalam 1 Samuel 17, kisah tentang Daud melawan Goliat. Kisah yang sangat klasik namun penuh dengan pelajaran atau nilai-nilai rohani yang sangat tinggi bagi kita untuk menang terhadap krisis atau masalah kita. Dicatat dalam pasal tersebut, seluruh bangsa, mulai dari Raja Saul dan rakyatnya sangat ketakutan akan Goliat, orang Filistin, dengan badan dan tinggi seperti raksasa, yang mengeluarkan ancaman berulang-ulang dan berhari-hari.

Apa yang kita lihat dan dengar akan sangat berpengaruh bagi kita. Kalau setiap hari kita baca dan dengar di media cetak dan elektronik berisi ketakutan, maka itu akan berpengaruh pada derajat ketakutan dalam hidup kita juga. Di balik setiap bacaan atau berita ada kuasa rohani di belakangnya. Daud yang kecil yang imut dan elok parasnya, tidak dianggap sebagai lawan yang sepadan.

Tapi kita mendapati di akhir pertarungan antara Daud dan Goliat, pemenangnya adalah Daud si imut yang tidak dipandang dan tidak diperhitungkan. Pecundangnya adalah Goliat, si raksasa kafir. Apa rahasianya? Daud katakan,  “Engkau mendatangi aku dengan pedang, tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan Semesta Alam…” (ayat 45), “hari ini juga Tuhan akan menyerahkan engkau dalam tanganku” (ayat 46) dan “Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran” (ayat 47).

Ini rahasianya, kuasa Tuhan dan namaNya jauh lebih besar dari Goliat, yang melambangkan problem atau masalah atau krisis, raksasa persoalan yang ada dalam kehidupan kita. Daud tidak pandang masalah atau krisisnya karena dia tahu Tuhannya jauh lebih hebat dari masalahnya. NamaNya penuh kuasa. Tuhan yang mengendalikan, Tuhan yang menguasai setiap aspek dalam kehidupan kita.

Bagi kita Yesus dan namaNya jauh lebih hebat, perkasa dan besar dari raksasa persoalan atau krisis apapun, jangan takut. Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Yesus, yang memberi  kekuatan kepadaku” dan 2 Timotius 1:17, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”

Jangan takut akan krisis, tetapi takutlah senantiasa akan Tuhan. Ketika bangsa Israel menyebrang laut Merah (Teberau), Tuhan tidak angkat lautnya, tetapi Tuhan belah lautnya, Tuhan buat jalan bagi orang-orang pilihanNya. Krisis boleh berlangsung, tetapi Tuhan akan memberikan jalan bagi orang yang mengandalkan Dia, yaitu orang-orang yang hidup dalam kebenaran.

Mazmur 5:13, “Sebab Engkaulah yang memberkati orang yang benar, ya Tuhan, Engkau memagari dia dengan anugerahMu seperti perisai”

 (Tulisan ini dikutip dari bukuTujuh Langkah Menang Atas Krisis dan Tetap Diberkati” karya Vincent Widjaja).

Berita Terkait