Kita akan Kuat Bila Menaruh Iman Kepada Tuhan

615 dibaca
Pdt. DR. Nus Reimas saat bicara soal iman Daniel yang teguh kepada Allah.

                BERITANARWASTU.COM. Di Alkitab diceritakan iman Daniel kepada Tuhan Allah begitu kokoh, dan ia menaruh imannya kepada Allah. Dan di dalam Kitab Daniel 6:20-29 diceritakan tentang iman tersebut. Sedangkan di negeri ini, kita lihat bahwa korupsi dan prostitusi jalan terus, dan ada banyak ketidakadilan terjadi. Dan ini membuat kita prihatin dengan moral bangsa ini. Kalau kita berdoa dan bernyanyi kepada Tuhan, itu artinya kita ada kontak atau komunikasi dengan Tuhan. Iman itu tumbuh, karena pendengaran akan sabda Allah. Kalau kita rutin baca Alkitab dan berdoa, maka iman kita akan semakin diteguhkan.

                Hal itu disampaikan Pdt. DR. Nus Reimas saat menyampaikan khotbah di Gereja Isa Almasih (GIA) Taman Harapan Baru, Kota Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini. “Kenapa iman kita kurang berdampak, sesungguhnya karena kita kurang percaya pada kuasa atau kekuatan Tuhan. Kita harus hidup dari yang kita percayai. Daniel itu orang yang pintar, cakap dan beriman teguh kepada Tuhan. Daniel selalu ikut aturan Tuhan, bukan ikut aturan raja, meskipun dia orang buangan. Karena imannya teguh, ia tak mau hidup dalam kenajisan, dan ia menjaga kekudusan,” terangnya.

                Menurut Ketua Majelis Pertimbangan PGLII dan Ketua Dewan Pembina LPMI ini, tanpa kekudusan tak seorang pun bisa berkenan kepada Allah. Tuhan sangat menghargai iman Daniel. Saat ini banyak orang yang bergelar S1, S2 dan S3 tapi tak punya iman kepada Tuhan, serta tak punya hikmat dan pengertian. Salomo dulu kaya akan hikmat. Daniel pun berhikmat, bisa mengartikan mimpi raja, dan ia punya pengertian dan hikmat dari Allah. Daniel pun pernah di-kerjain atau di-bully, lalu dimasukkan ke gua singa, tapi Allah hadir menjaganya, dan ia tidak mengalami apa-apa.

                “Di saat Daniel percaya kepada Allah, ia tidak mengalami apa-apa saat berhadapan dengan bahaya atau maut. Di saat kita pun tak berdaya dan di saat kita kuat, asal beriman kepada Allah, maka kita akan kuat. Dalam pelayanan saya selama 45 tahun, saya hanya mengandalkan iman kepada Tuhan, karena kami tak digaji, namun dicukupkan Tuhan semua apa yang kami butuhkan di dalam kehidupan ini. Di situ iman memberi dampak yang luar biasa. Ketika kita tak berdaya dan selalu beriman kepada Tuhan, maka Tuhan akan hadir menolong,” ujar Pembina/Penasihat Majalah NARWASTU ini.

                Iman kita, imbuhnya, harus bertumbuh dan itu sangat penting. Supaya iman kita bertumbuh maka baterenya adalah membaca Alkitab setiap hari, berdoa dan menyembah Tuhan. Iman Daniel  melampaui segala kekuatan atau kekuasaan yang ada. “Kalau kita punya iman kepada Tuhan, tak usah takut. Jangan sesekali beriman kepada kekuatan manusia, karena hanya Tuhan sumber berkat dalam hidup ini. Dan Allah kita itu besar dan dahsyat. Dampak dari iman Daniel kepada Allah, ada dampak besar, padahal ia orang buangan. Dan Daniel diberi kepercayaan jadi orang ketiga di kerajaan, karena ia punya iman teguh dan komitmen tinggi. Allah yang disembahnya adalah Allah yang besar,” paparnya.

                Saat Daniel menghadapi persoalan berat dan difitnah, ia tidak mengadu pada orang kuat. Namun ia seperti biasa tiga kali sehari berdoa kepada Allah. Saat tenang dia selalu berdoa, bukan seperti banyak orang, hanya berlutut berdoa jika menghadapi masalah. Ketika Daniel dimasukkan ke gua singa, katanya, ia bisa tidur nyenyak dan dikawal singa. Justru raja yang tak bisa tidur. “Karena iman Daniel itu, seluruh kerajaan menjadi percaya kepada Allah yang disembah Daniel, dan ia naik pangkat. Itulah iman yang berdampak,” ujarnya.

                “Tuhan kita itu memberi lebih dari yang kita pikirkan, dan Allah yang disembah Daniel  memberi lebih dari yang ia pikirkan. Allah yang disembah Daniel juga Allah yang kita sembah sekarang yang bisa melakukan sesuatu. Karena itu, di dalam keluarga, atau lingkungan pekerjaan kita, apakah kita sudah dilihat punya nilai lebih, yang punya iman kepada Kristus. Mari kita percayakan hidup kita kepada Allah, karena Dia yang mencukupkan segala kebutuhan kita. Minta kepada Tuhan untuk menambahkan iman kita dan memberi hikmat kepada kita,” paparnya. KS

Berita Terkait