LAI Adakan Bedah Buku “Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan”

740 dibaca
Acara bedah buku “Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan” di Gedung LAI Jakarta.

Beritanarwastu.com. Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) belum lama menerbitkan “Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan.” Untuk mengupas Alkitab tersebut, LAI menggelar acara bedah buku ini di lantai 10 Gedung LAI, Jakarta Pusat, dengan menghadirkan nara sumber di antaranya Pdt. DR. Ronny Mandang, M.Th dan Dr. Albert Hasibuan, S.H. 

Pada kesempatan itu, Pdt. Ronny Mandang mengatakan, dalam ajaran Kitab Suci, cinta kasih dan keadilan merupakan perjuangan umat Kristen dalam membela kaum yang terpojok dan terlupakan.

          Salib Kristus telah mempertemukan kasih dan keadilan yang tampil secara bersamaan dalam bentuk tindakan kasih yang membela dan menyelamatkan. Tidak ada kasih tanpa keadilan dan tidak mungkin ada keadilan tanpa kasih. Kekristenan tidak boleh hanya menjadikan kasih sebagai tujuan yang ultimat, keduanya harus berjalan beriringan.

Lanjutnya, untuk mengartikulasikan perjuangan iman Kristen, agar tetap setia kepada yang diperintahkan dan dikehendaki Allah, atas zaman hari ini dan demi masa depan umat Kristen, Kitab Suci tetap harus menjadi yang utama. Bahwa titik awal untuk menentukan perjuangan umat Kristen untuk ikut andil dalam perarak-arakan kemenangan Kristus, haruslah melalui pernyataan Allah mengenai diriNya, kehendakNya dan jalanNya di dalam dan melalui Kitab Suci (Alkitab).

Dan karena itu, hadirnya “Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan” adalah suatu momentum yang sangat dan terlalu penting, khususnya dalam konteks pergumulan umat Kristen dan gereja-gereja di Indonesia saat ini. “Sekarang umat Kristen dan gereja-gereja di Indonesia semakin diperkaya dengan kebenaran isi Kitab Suci yang memunculkan isi Alkitab di seputar shalom Kristus yang memang telah datang itu, dalam menghadirkan kesejahteraan dan keadilan,” katanya.

“Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan” ini sangat penting untuk dimiliki, dibaca, dipelajari, dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh lapisan umat Kristen, sehingga suatu peran serta membangun dan mewujudkan kesejahteraan dan keadilan benar-benar terealisasi.

Sementara itu, Albert Hasibuan mengaku sangat bahagia dengan terbitnya Alkitab ini. Menurutnya, Alkitab yang mengangkat 2.000 ayat berkaitan dengan kemiskinan dan keadilan, menyatakan bagaimana sesungguhnya miskin dan keadilan berada pada fokus utama Alkitab dan perhatian pada orang yang tersisihkan serta tertindas adalah bagian penting dari iman Kristiani.

Ditambahkan pula, Alkitab ini dengan fokus dan orientasi, secara khusus, pada problem kemiskinan dan keadilan. Dan secara tidak langsung, akan turut membangun dan merekonstruksi rasa solidaritas dan kebersamaan di antara warga Indonesia yang berkaitan dengan sikap emansipatif yang mencerahkan. Semua ini akan memberikan dasar, secara menyeluruh, bagi pengembangan Justice, Peace, Integrity of Creation (JPIC).

Dengan demikian kalau setiap orang beriman yang berasal dari berbagai bidang pekerjaan dan pelayanan, menjadikan “Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan” sebagai sumber inspirasi dan pegangan dalam kehidupan sehari-hari, “Maka saya pecaya, masalah kemiskinan dan keadilan, bersama elemen dan anggota masyarakat lainnya, akan dapat tertangani,” ujar Albert. KT

Berita Terkait