Lewat Natal Kita Diingatkan untuk Melayani yang Terabaikan

560 dibaca
Pdt. Osil Totongan, S.Th, M.Min (kanan) bersama Pembina YKMI Ir. Soleman R. Matippanna, S.T. (kiri).

                BERITANARWASTU.COM. Berbicara soal Natal atau Hari Kelahiran Tuhan Yesus Kristus, sesungguhnya pesan dari momen itu adalah kerendahan hati Sang Raja atau Sang Juruselamat yang mau merendahkan diriNya untuk turun ke bumi. Dia memberikan hadiah spesial bagi umat manusia. Tuhan Yesus datang ke dunia karena mengasihi orang yang berdosa. Sesungguhnya pula Natal itu surprise atau kejutan bagi orang-orang yang sama sekali tak pantas dikasihi, karena berdosa.

               Manusia berdosa tak pernah berpikir bahwa Allah akan hadir dalam wujud kelahiran bayi Yesus, dan itu adalah hadiah yang luar biasa dari Allah bagi umat manusia. Hal itu diungkapkan Pdt. Osil Totongan, S.Th, M.Min kepada Majalah NARWASTU baru-baru ini di Jakarta. Pdt. Osil yang merupakan lulusan S1 dari STT Jaffray Makassar, Sulawesi Selatan, dan S2 dari STT Lintas Budaya, Jakarta, menambahkan, selama ini orang kerap mengidentikkan perayaan Natal dengan pesta yang gemerlap, serta penuh dengan hadiah dan pesta.

              “Padahal pesan Natal adalah bagaimana kita mensyukuri kasih Tuhan itu, yang sudah peduli menebus dosa umat manusia. Sehingga kita pun mesti peduli pada sesama yang kurang beruntung. “Natal itu mestinya kita manfaatkan untuk melayani mereka yang terabaikan. Mereka yang kurang beruntung ada di sekitar kita, mereka perlu dikasihi,” cetus Hamba Tuhan yang juga melayani di Yayasan  Karmel Ministry Indonesia (YKMI) ini.

                YKMI dikenal sebuah lembaga pelayanan yang giat melayani kaum narapidana di lembaga pemasyarakatan (lapas). Menurut Pdt. Osil, narapidana yang ada di berbagai lapas adalah saudara kita yang sering terabaikan. “Sehingga kalau Allah sudah memberikan yang terbaik bagi kita dengan kelahiranNya, maka kita mestinya bisa memberikan yang terbaik pula bagi saudara-saudara kita, seperti kaum narapisana. Apalagi banyak orang Kristen di situ. Banyak yang masuk penjara, karena kasus narkoba, sehingga agar generasi muda lainnya tahu bahaya narkoba, maka perlu dibuat semacam seminar atau pencerahan seputar narkoba,” ujarnya.

                Menurut pendeta yang sudah 17 tahun melayani sebagai Gembala Sidang di Gereja Kibaid (Kerapatan Injil Bangsa Indonesia) ini, ia terpanggil melayani kaum narapidana di lapas, karena 9 tahun lalu ia punya pengalaman yang sulit dilupakannya, karena ada jemaatnya yang berusia muda (21 tahun) masuk penjara, karena terlibat narkoba. Dan akhirnya ia meninggal di penjara, karena dikabarkan over dosis.

              Sehingga ia terdorong untuk mengajak kaum muda agar jangan terjerumus pada bahaya narkoba. Makanya bersama YKMI yang pembinanya Ir. Soleman R. Mattippanna, S.T. ia terpanggil untuk mencegah kaum muda agar tak terjerumus pada bahaya narkoba.

                “YKMI ini hanya alat Tuhan untuk menopang, menolong dan mengangkat agar mereka yang berada di penjara merasa dilayani. Natal harus kita jadikan spesial untuk menyentuh mereka yang terabaikan,” papar Pdt. Osil. Ia pun mengimbau agar warga gereja di dalam merayakan Natal 2016 dan menyambut Tahun Baru 2017 bisa meninggal gaya perayaan lama. Menurutnya, ada gereja yang dua atau tiga bulan bisa mengumpulkan dana ratusan juta, lalu itu hanya dihabiskan dalam 3 atau 4 jam. Dan itu hanya untuk kita sendiri, dan bukan untuk orang lain yang terabaikan.

                “Nah, bagaimana kalau kita jadikan dana yang besar itu untuk memperhatikan mereka yang terbaikan atau yang kurang beruntung seperti yang di penjara,” paparnya. Dalam menyambut Tahun Baru 2017, Pdt. Osil yang berdarah Toraja pun meminta agar umat Kristen jangan terlalu khawatir, cemas atau takut ketika memasuki tahun yang baru, sehingga fokusnya tidak lagi kepada Tuhan Allah yang maha kasih.

                Kalau kita mau memasuki tahun yang baru, katanya, maka kita sebaiknya kilas balik ke belakang, dan lihat bagaimana pertolongan atau pemeliharaan Tuhan kepada kita sepanjang tahun 2016. “Kita harus percaya dan imani, bahwa Tuhan Yesus yang sudah memelihara hidup kita dan menolong keluarga dan usaha kita sepanjang tahun 2016, pasti juga akan memelihara dan memberkati kita di dalam menjalani Tahun Baru 2017. Yang penting tetap tekun bersekutu dan berdoa serta berserah kepada Dia agar Tuhan yang memimpin kita di dalam menjalani tantangan kehidupan di depan,” pungkas Pdt. Osil Totongan bijaksana. KS

Berita Terkait