Pdt. Ida Turnip, S.Th Kunjungi Kantor Majalah NARWASTU

33 dibaca
Pdt. Ida Turnip, S.Th bersantap siang bersama tim NARWASTU di sebuah rumah makan di kawasan Jakarta Timur.

Beritanarwastu.com Pada Jumat siang, 30 Agustus 2019 lalu kantor Majalah NARWASTU kedatangan tamu seorang Ibu Pendeta. Pdt. Ida Turnip, S.Th yang bernama lengkap Oniwati Nurhaidah ini sebelumnya sudah mengajak wartawan NARWASTU, Betty Bahagianty, pada 11-20 Agustus 2019 lalu meliput pelayanan Yayasan Runamar yang dipimpinnya ke Sumba, NTT (Nusa Tenggara Timur). Dan siang itu Pdt. Ida Turnip membawa dua kotak roti dan kue-kue basah ke kantor kami.

            Ia juga menyampaikan firman Tuhan, berdoa di kantor di NARWASTU, lalu mentraktir tim NARWASTU bersantap siang di sebuah rumah makan di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Kunjungannya diterima Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos dan tim. Pdt. Ida Turnip yang merupakan istri tercinta John Christian Sinaga (alm.) yang sudah punya tiga cucu dan empat anak.

  Ketika menyampaikan firman Tuhan yang dikutip dari Kitab Yohanes 15:16, ia menerangkan, Tuhan memilih kita atau memanggil kita untuk melayani supaya berbuah. Ketika kita sudah berbuah, maka di situ nama Tuhan dimuliakan. Supaya kita bisa berbuah, maka kita harus setia dan percaya kepada Tuhan serta selalu mengutamakan kasih. "Tuhan Yesus itu sampai disalibkan untuk menebus dosa umatNya, itu karena Dia mengasihi kita. Kita juga dalam hidup ini mesti terus menyampaikan kasih terhadap sesama. Iblis selalu ingin membuat kita 'busuk' atau terpuruk agar kita tak berbuah. Ketika kita bisa berpikir positif, menyatakan kasih dan buah-buah Roh pada sesama, itu sebenarnya kita sudah berbuah," cetus lulusan STT SETIA Jakarta ini.

  Iblis itu, kata Pdt. Ida, licik dan canggih dalam melakukan aksinya. Iblis selalu ingin mengacaukan hubungan kita dengan Tuhan. Namun kalau kita setia, taat dan selalu menjaga persekutuan dengan Tuhan, maka iblis akan takluk. "Ada banyak persoalan di hidup ini, tapi kita harus punya iman dan percaya pada Tuhan bahwa Tuhan itu terus menjagai kita dan tidak tidur," papar mantan aktivis GMKI dan Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) di Bogor serta mantan aktivis pemuda Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) ini.

  Pdt. Ida Turnip pun mengatakan, Majalah NARWASTU pun harus terus maju, dan media ini dipakai Tuhan untuk menjadi alatNya untuk menyebarkan Injil. Narwastu itu minyak yang harganya sangat mahal. Dulu Maria Magdalena meminyaki kaki Yesus dengan minyak Narwastu. Dan ada yang bilang satu tetes minyak Narwastu bisa menggaji 100 orang karyawan saking mahalnya. "Dalam hidup ini pun kita harus terus mewangi seperti minyak Narwastu. Agar kita terus berbuah dan mendapatkan damai sejahtera, maka kita pun mesti menjaga firman Tuhan itu di dalam hati kita, pelihara persekutuan yang indah bersama Tuhan, tolak dosa, saling mengasihi dan tunduk pada penyertaan Roh Kudus," cetus Ibu Pendeta yang sudah menginjil ke hampir seluruh daerah pedalaman di Indonesia ini. LK

Berita Terkait