Pilkada DKI Jakarta Sudah Usai Mari Manfaatkan Energi Kita untuk Hal yang Baik

425 dibaca
Ir. Soleman Matippanna, S.T. (kiri) bersama CEO MNC Group Harry Tanoesoedibjo (kanan) di sebuah acara di Bogor.

Beritanarwastu.com. Pilkada DKI Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017 sudah selesai, dan pilihan mayoritas warga sudah muncul. Mayoritas memilih pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan mengalahkan pasangan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok)-Djarot. Memang banyak umat Kristen yang mendukung Ahok-Djarot, bahkan secara nasional banyak yang dukung mereka. Tapi pilihan warga DKI Jakarta di Pilkada DKI Jakarta 2017 ini mesti kita akui, dukung dan doakan agar bisa memberi yang terbaik. Memang banyak warga gereja yang sedih dan kecewa dengan kekalahan Ahok-Djarot ini, namun dalam pertarungan politik atau demokrasi kalah dan menang itu biasa.

Itulah ungkapan Ir. Soleman Matippanna, S.T., profesional muda Kristiani yang termasuk juga dalam "21 Tokoh Kristiani 2016 Pilihan Majalah NARWASTU." Mantan aktivis mahasiswa di Universitas Hasanuddin, Makassar, dan Pembina Yayasan Karmel Ministry Indonesia (YKMI) ini selama ini giat mencermati pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta, yang sangat heboh dan menyita perhatian tokoh-tokoh nasional dan dunia internasional.

Seusai Pilkada DKI Jakarta ini, kata Ketua DPD MUKI (Majelis Umat Kristen DKI Jakarta) Bogor ini, mari warga DKI Jakarta manfaatkan energi yang ada untuk hal-hal yang baik. Pihak yang menang perlu kepekaan untuk pihak yang kalah untuk ikut bersinergi membangun DKI Jakarta agar semakin baik. Karena bagaimana pun prestasi dan capaian dari Ahok-Djarot pun selama ini di DKI Jakarta mendapat banyak pujian dari banyak kalangan. "Saya tak melihat ada dikotomi Kristen dan non-Kristen di Pilkada DKI Jakarta ini, namun mungkin saja ada kelompok intoleran yang memanfaatkan situasi," ujar Soleman Matippana yang peduli melayani anak-anak muda agar jangan menjadi korban bahaya narkoba itu.

Di Pilkada DKI Jakarta, ujar Soleman, pun ada warga gereja. "Jadi Pilkada DKI Jakarta sudah lewat, jadi mari kita bangun persatuan dan kesatuan bangsa dengan berdasarkan Pancasila dan NKRI. Banyak hal yang bisa kita lakukan sekarang untuk kebaikan dan kesejahteraan bangsa ini. Saya dari awal sudah prediksi bahwa pasangan Anies-Sandy akan menang, dan ternyata bisa selisihnya lebih dari 10%, meskipun kita akui dalam pilkada kali ini ada dimainkan isu agama. Tapi itulah politik Indonesia, segala sesuatu bisa terjadi. Saya bukan pakar politik, namun saya cermati Pilkada DKI Jakarta ini mirip-mirip seperti pertarungan Jokowi dan Prabowo di Pilpres (pemilihan presiden) 2014 lalu. Dan segala sumber daya digubakan dalam pertarungan itu," pungkasnya.

Dalam sebuah kemenangan itu, ujar Soleman, sesungguhnya ada kerja keras tim pemenangan dan mereka mampu mengambil hati masyarakat pemilih. "Mari kita berdoa agar ada hal-hal yang baik dilakukan Anies-Sandy kalau mereka sudah menjabat. Jangan dulu kita berpikir bahwa mereka akan membuat Perda Syariah dan radikalisme bertumbuh. Mari kita kawal kepemimpinan mereka. Tetap kita berpikir positif dan berdoa agar mereka dipimpin Tuhan. Dan tentu tetap kita waspadai gerakan-gerakan radikalisme agar jangan sampai memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa kita," tukas Soleman yang juga peduli bersama Pdt. Osil Totongan, S.Th, M.Min melayani anak-anak muda Kristen di penjara lewat YKMI.

Kita juga bangga kepada anak Tuhan Ahok, yang selama ini berjuang keras dan bisa berprestasi membangun DKI Jakarta. "Tapi kalau belum beruntung menang, iya mesti berbesar hati menerimanya. Dan ke depan kita harapkan Pak Ahok dan Pak Djarot tetap berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa ini. Dan dalam kaitan dengan masalah Pak Ahok, kita harus terus berdoa untuk bangsa dan negara ini. Kita berharap bangsa dan negara ini aman, damai dan tenteram. Eksistensi kita di negara ini mesti bisa kita tunjukkan dengan hikmat Tuhan. Tuhan pun mengizinkan Anies-Sandi menang, katena Tuhan pun punya rancangan bagi umatNya. Kita mesti berdoa terus agar jangan muncul kasus-kasus SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), seperti kasus Ambon di negeri ini. Mari kita terus berdoa dan beribadah untuk kebaikan negeri ini," cetusnya.

Harapan Kepada Ahok dan Djarot
Harus kita akui pasanfan Ahok-Djarot ini hebat di dalam memimpin DKI Jakarta selama ini. Mereka putra bangsa terbaik dan mampu memimpin DKI Jakarta. "Dan pasangan Anies-Sand
i pun hebat karena bisa menang dalam pilkada kali ini. Namun kembali kita ingatkan agar mereka terus kita kawal dan doakan agar bisa membangun DKI Jakarta lebih baik," katanya. Kedua pasangan tokoh yang bertarung ini pun perlu merekonsolidasi kekuatan para pendukung untuk membangun DKI Jakarta, dan menunjukkan teladan bagi daerah-daerah lain dalam mengikuti sebuah pilkada.

Pilkada DKI Jakarta, imbuhnya, sudah selesai dan berjalan aman dan lancar. "Kita juga menghargai upaya pemerintah, dalam hal ini Presiden RI, yang bisa menjaga pilkada, apalagi sempat keadaan memanas, sehingga aparat pun bergerak untuk berjaga-jaga. Pemerintah cukup bijaksana menyikapi pilkada ini, sehingga tidak chaos. Kita pun berharap agar pimpinan TNI dan POLRI tetap solid menjaga keamanan dan ketertiban bangsa dan negara ini. Kita berharap pilkada-pilkada di daerah lain bisa berjalan damai, lancar dan baik," terang Soleman.

Menurutnya, Anies-Sandi dalam pidatonya setelah menang sudah mengatakan, Pilkada DKI Jakarta sudah selesai, jadi mari kita jaga persatuan dan kesatuan NKRI berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika. Sedangkan harapan Soleman Matippanna kepada umat Kristiani, karena proses demokrasi sudah terjadi di DKI Jakarta, jadi mari kita tinggalkan hal-hal yang kurang baik dari pilkada tersebut.
"Mari kita merajut hal-hal yang baik. Energi kita itu mari arahkan pada pekerjaan, pelayanan dan keluarga kita. Dan mari kita tunjukkan bahwa orang Kristen bisa memberikan sumbangsih bagi bangsa dan negara ini, mulai dari hal-hal kecil, seperti mulai dari masyarakat sekitar kita. Dan yang sangat penting kita harus tekun berdoa dan minta hikmat Tuhan. Kita berharap DKI Jakarta agar semakin baik, tenteram, sejahtera dan damai. Dan DKI Jakarta dijauhkan dari hal-hal negatif yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," tegasnya. ST

Berita Terkait